Buku Tamu

Jumat, 30 Desember 2011

Nilai UKK SMT 1 TA.2011/2012 MAPEL TIK Kelas VIII

DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR SISWA SEMESTER GANJIL
Tahun Pelajaran 2011/2012
Mata Pelajaran : TIKOM
Kelas : VIII A






NoNama SiswaL/PNilaiDeskripsi Kemajuan BelajarAkhlakKepribadian
AngkaHuruf
1A a n gL67Terlampaui
2Aep FirmansyahL78Terlampaui
3Ahmad HidayatullahL75Terlampaui
4Ahmad MunawarL72Terlampaui
5Ahmad ZaelaniL
6ArsihP75Terlampaui
7Asep SapeiL70Terlampaui
8Ayu ResmanaP70Terlampaui
9Dede EndangL78Terlampaui
10Dewi SintaP79Terlampaui
11Dicky BaehakyL87Terlampaui
12Doni Rahmat SalamL68Terlampaui
13Eka PermanaL75Terlampaui
14Imaniar RahayuP81Terlampaui
15Imas Diana WatiP79Terlampaui
16IpanL65TErcapai
17JulianaL68Terlampaui
18M RidwanL65Tercapai
19M RofiL70Terlampaui
20M SartoniL77Terlampaui
21Mega RismaP77Terlampaui
22MelianaP
23MulkyL65Tercapai
24Nina WidaningsihP79Terlampaui
25NurlaniL70Terlampaui
26Nursiti AminahP73Terlampaui
27RahmawatiP75Terlampaui
28Reza Aria AristamaL69Terlampaui
29Rifki M ZaeniL77Terlampaui
30Riska WulandariP75Terlampaui
31SaniahP70Terlampaui
32SatiP70Terlampaui
33Siti MaemunahP75Terlampaui
34SupartaL75Terlampaui
35Thomas ArisandiL82Terlampaui
36Ujang RanimL65Terlampaui
37Widia SariP70Terlampaui
38WidiawatiP77Terlampaui
39Windu GumelarL77Terlampaui
Gunungkencana, Desember 2011
Guru Mata Pelajaran

YOGA ADI KENCANA,S.PdI


Data Guru & Kepala Sekolah

Kepala Sekolah : UUS SURYANA,S.Pd


Tips Memanjakan Emosi Anak Didik

By@Yoga Adi Kencana,S.PdI

Saat anak merasa bosan, mereka akan berontak dan berulah. Mereka akan belajar dengan segenap kemampuan jika mereka senang dan merasa terlibat dalam hal tersebut.
Berikut beberapa tips untuk memanjakan emosi anak agar fokus belajar:
  1. Gunakan alat peraga. Sebuah gambar lebih bermakna dari sebuah kata. Alat peraga dalam belajar menjadi sesuatu yang menakjubkan.
  2. Belajar bertarap ganda. Artinya terjadi baik secara sadar maupun tidak sadar dalam waktu yang bersamaan.
  3. Susun tata ruang kelas dengan baik untuk menghasilkan emosi positif. Misal buku disusun dengan rapi, gambar ditempel dengan serasi dan menarik. Seorang anak, sadar atau tidak mereka memotret apa yang mereka lihat.
  4. Pandangan sekeliling akan membantu daya ingat mereka. Mereka akan merasa nyaman karenanya.
  5. Memberi hukuman fisik karena jengkel : memukul, menampar, memelototi siswa tak berkedip. Dampaknya sangat fatal bagi siswa. Hindari!
Suasana belajar yang nyaman, mempengaruhi emosi & konsentrasi siswa lebih fokus terhadap pembelajaran.

(dirangkum dari: makalah seminar pendidikan ramah anak Prof. H.M. Iim Wasliman, M.Pd., M.Si)

Agar belajar fisika lebih mudah dan menyenangkan

By..Yoga Adi Kencana, S.PdI
Berikut beberapa tips agar belajar fisika bisa lebih mudah atau minimal kelihatan mudah :
  1. Baca dan pahami materi yang akan dipelajari. Sebelum pembelajaran dimulai kita harus tahu materi apa yang akan dipelajari, manfaatnya, bahkan kalau bisa cari juga relevansinya dengan kehidupan. Jika perlu tanya guru fisikanya.
  2. Cari materi penghubung dan pendukung materi yang akan dipelajari. Guru kadang lupa melakukan apersepsi atau menghubungkan materi baru dengan materi sebelumnya padahal selalu ada hubunganya. Jangan malu untuk bertanya pada guru. Hal ini bisa memudahkan kita menarik benang merah antara materi baru dengan materi sebelumnya.

Senin, 26 Desember 2011

Cara Cepat Belajar Matematika & Trik Belajar Matematika Dengan Cepat

By. Yoga Adi Kencana, S.PdI

“Bagaimana cara belajar matematika yang benar?”
“Belajar matematika adalah belajar hidup. Matematika adalah jalan hidup.”

Trachtenberg mempertaruhkan jiwanya menentang Hitler. Trachtenberg, setelah menyelami prinsip-prinsip matematika, menyimpulkan bahwa prinsip kehidupan adalah keharmonisan. Peperangan yang terus berkobar, menyulut kebencian tidak sesuai dengan prinsip-prinsip matematika. Matematika adalah keindahan.

Kamis, 07 Juli 2011

SELAMAT DATANG

By.Yoga Adi Kencana, S.PdI

Selamat datang di website resmi SMPN 1 Gunungkencana Kab. Lebak BANTEN! Seiring dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) dewasa ini, dunia pendidikan pun dituntut untuk mampu mengimbanginya. Oleh karena itu, SMPN 1 Gunungkencana melalui website ini ikut berperan serta dalam proses pembelajaran dan pemanfaatan TI di dunia pendidikan sekolah, serta bertujuan memberikan informasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lain di sekolah ini.

Pendidikan merupakan sebuah upaya sadar dan terencana untuk melakukan perbaikan dan perubahan perilaku, pengalaman, dan pengetahuan peserta didik. Melalui pendidikan diharapkan peningkatan kualitas SDM yang signifikan. Tempat dan tumpuan perubahan tersebut berlangsung di sekolah.

Secara umum diketahui bahwa sekolah dalam penyelenggaraannya melibatkan berbagai komponen seperti Kepala Sekolah, Dewan Guru, TU/Staf, Siswa, Orang Tua, Komite Sekolah dan Alumni. Semua unsur tersebut bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam mewujudkan tujuan, Visi, dan Misi Sekolah.

Setiap orang tua ingin mendapatkan hasil yang terbaik bagi putra-putrinya khusunya dalam dunia pendidikan. Sekolah yang dipilih dan dituju tentunya diharapkan sekolah yang mampu memberikan kepuasan bagi setiap Orang Tua dan juga kepuasan bagi putra-putrinya. Memilih SMPN 1 Gunungkencana tentulah merupakan satu kebijakan yang tepat karena Orang Tua telah menanamkan investasi masa depan yang lebih baik bagi putra-putrinya.

Di dalam masyarakat sekolah, SMPN 1 Gunungkencana, terhimpun berbagai keinginan dan kebutuhan yang berbeda-beda dengan tujuan sama.

Semua Orang Tua menginginkan sekolah yang baik, ialah sekolah yang tertib, disiplin, sopan dan ramah, sarana dan prasarana yang memadai dan memenuhi kebutuhan, dan lulusannya memiliki Nilai Ujian Akhir yang tinggi, dapat diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) Ternama baik di dalam maupun di Luar Negeri, disiplin ilmu yang menjanjikan di masa depan bagi putra-putrinya.

Setiap hari bangga melihat kegiatan putra-putrinya di lingkungan sekolah yang bernuansa kekeluargaan, keakraban, keharmonisan dengan semangat belajar yang tinggi untuk mencapai prestasi.

Pimpinan Sekolah, Guru dan Karyawan menjadi tulang punggung dan barisan terdepan demi terwujudnya keinginan tersebut.

Untuk terwujudanya keinginan-keinginan tersebut di atas, yang menggambarkan sebuah sekolah yang baik, usaha dan upaya internal yang dilakukan Kepala Sekolah, Dewan Guru dan TU/Staf, dapat dicapai apabila Orang Tua Murid ikut menunjang semua kegiatan yang diprogramkan.

Rabu, 06 Juli 2011

VISI dan MISI

1. Visi :
Membentuk insan yang cerdas, berilmu, dan berkarakter dengan lingkungan
yang bersih dan nyaman

2. Misi :
a. Mewujudkan pendidikan yang efektif, inovatif, kreatif, dan bermutu
b. Mewujudkan sistem pendidikan yang transparan, akuntabel, efektif, dan
partisipatif dilandasi Iman dan Taqwa.
c. Menyelenggarakan Pendidikan Sekolah berwawasan Lingkungan (Green, Clean, and
Health School)
d. Meningkatkan kualitas kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam
mewujudkan standar pelayanan mimimal (SKM)
e. Meningkatkan kualitan dan kuantitas sarana dan prasarana pembelajaran dalam
mewujudkan penguasaan IPTEK.
f. Memberdayakan stakeholder dalam mewujudkan sekolah sebagai wawasan wiyatamandala.
g. Memberdayakan peran dan fungsi Komite Sekolah
h. Meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik berlandaskan bakat dan minat,
serta potensi diri secara optimal.
i. Mengembangkan pendidikan karakter bangsa terutama aspek gemar membaca, disiplin,
dan santun.

PEMBELAJARAN KOOPERATIF

By..Yoga Adi Kencana
A. Pengertian Kooperatif


Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang didasarkan pada alasan bahwa manusia sebagai makhluk individu yang berbeda satu sama lain sehingga konsekuensi logisnya manusia harus menjadi makhluk sosial, makhluk yang berinteraksi dengan sesama (Nurhadi 2003: 60)


Abdurrahman dan Bintoro (2000) dalam Nurhadi 2003 : 61 menyatakan Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Adapun berbagai elemen dalam pembelajaran kooperatif adalah adanya (1) saling ketergantungan positif, (2) interaksi tatap muka, (3) akuntabilitas individual, dan (4) keterampilan untuk menjalin hubungan antara pribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkan.

Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap coopartive learning. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan :

  1. Saling ketergantungan positif
  2. Tanggungjawab perseorangan 
  3. Tatap Muka
  4. Komunikasi antar anggota
  5. Evaluasi proses kelompok (Anita Lie, 1999 : 30)

Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan pengajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa (Usman, 2002 : 30).

Selasa, 01 Februari 2011

STRATEGI PEMBELAJARAN

Mengingat belajar adalah proses bagi siswa dalam membangun gagasan atau pemahaman sendiri, maka kegiatan belajar mengajar hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan hal itu secara lancar dan termotivasi. Suasana belajar yang diciptakan guru harus melibatkan siswa secara aktif, misalnya mengamati, bertanya dan mempertanyakan, menjelaskan, dan sebagainya. Belajar aktif tidak dapat terjadi tanpa adanya partisipasi peserta didik. Terdapat berbagai cara untuk membuat proses pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dan mengasah ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.